Beberapa minggu ini bangsa kita heboh "kebakaran jenggot" karena salah satu seni budayanya diakui oleh bangsa lain. Menteri kebudayaan yang kebetulan berasal dari daerah yang sama dari budaya yang diakui bangsa lain itu langsung angkat bicara. Tidak terima budayanya diakui bangsa lain. Apakah karena berasal dari daerah yang sama, jadi berhak angkat bicara? Saya yakin bukan. Tidak hanya tarian saja yang diakui, lagu Saykoji yang sering kita dengar "online..online" pun tidak luput dari bajakan.
Jika minggu lalu kita bahas online advertisement di youtube, kali ini Saykoji secara creative protes terhadap di pembajak lagunya, dan juga style dandanan Saykoji, melalui Youtube. Jika yang lain teriak-teriak "Oii pembajak.." Saykoji memilih malah untuk menciptakan lagu dan mempublishnya di youtube. Coba dengar liriknya, wow keren abis, ngak buat asal-asalan. Salut buat Saykoji